Anak Surabaya, Genius dan Multitalenta (Jerome) - Siapa yang tidak mengenal ilmuan Albert Einstein ? Fisikawan pencetus teori relavitas tersebut dikenal genius. Dia ber-IQ 160. Selain Einstein orang mengenal tokoh-tokoh genius lain seperti Leonardo da Vinci yang konon mempunya intellegence quotient (IQ) sampai 220 dan CEO Microsoft Bill Gates dengan IQ 160. Anak Surabaya, Genius dan Multitalenta Salah satu foto Selfie Konyol Jerome (Laki-Laki) Beberapa teori mengklasifikasikan bawa IQ di atas 140 tergolong genius. Surabaya punya beberapa siswa yang disebut-sebut memiliki karunia luar biasa itu. Salah satunya Jerome Polin S. Siswa SMAN 5 Surabaya tersebut bahkan punya IQ di atas Hillary Clinton (140) dan penyanyi asal Colombia Shakira (140). Jerome ber-IQ 145++. Sebagai siswa genius, sehari-hari Jerome terlihat seperti murid biasa. Sejak duduk dibangku SD, dia mengaku penggemar banyak hal. Terutama olahraga ; renang,futsal,basket dan pingpong dia kuasai. Demikian pula musik, anak pertama dari ketiga bersaudara itu lihai mempermainkan piaona, drum dan gitar. Di SD dan SMP Jerome tidak banyak ikut lomba, apalagi olimpiade. Dia baru fokus ikut olimpiade saat masuk SMA. Di SMAN 5 dia masuk kelas cerdas istimewa, yaitu kelas anak-anak ber-IQ diatas 130. Mereka di beri pengayaan. Terutama berbagai materi olimpiade. Siswa akan diarahkan ikut olimpiade sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Bisa dibilang boleh dibilang telat, tapi begitu terjun dia langsung meraih terpakai kejuaraan, sebut saja juara 3 Olimpiade Matematika Nasional di Brawijaya, Juara Olimpiade Sains Farmasi se-Surabaya, dia juga meraih medali emas serta dua medali perak dalam Asia Pacifik Choir Game ketika di Manado, Juara 4 dalam Internasional Kangoroo Matematika Competition. Di sela-sela kesibukannya Jerome justru masih mengikuti paduan suara sekolahnya bahkan ikut lomba di berbagai event internasional dia pun terkesan tidak begitu serius menggeluti beberapa pelajaran SMA. Orang tuanya mengajarkan kepada Jerome dan saudaranya dengan sistem "Reward". Jika disekolah mendapat nilai diatas 9 maka akan mendapatkan Rp. 1000. Nilai 8-9 Mendapatkan koin Rp. 500 dan dibawah nilai 8 tidak mendapatkan koin. Penghargaan itu diberikan untuk semua hasil ulangan harian sampai dengan UAS. Tapi anak-anak Marojahan dan Chrissie (Orang tua Jerome) mempunyai disiplin khusus terhadap pola makanan mereka. Mereka tidak boleh mengkonsumsi makanan mie instan dan tidak boleh makan di luar selain dirumah. Jadi mereka mempunyai pola makan yang sehat. #Jadi jika anda memiliki kunci untuk bisa displin, memiliki asupan makan yang sehat dan pastinya tidak membuang - buang waktu dan menggunakan waktu anda untuk belajar dan Seseringkan waktumu dengan Tuhan. Anda akan menjadi seperti Jerome yang terkenal pintar dan multitalenta, bahkan bisa melampoi Jerome.
Beberapa teori mengklasifikasikan bawa IQ di atas 140 tergolong genius. Surabaya punya beberapa siswa yang disebut-sebut memiliki karunia luar biasa itu. Salah satunya Jerome Polin S. Siswa SMAN 5 Surabaya tersebut bahkan punya IQ di atas Hillary Clinton (140) dan penyanyi asal Colombia Shakira (140). Jerome ber-IQ 145++.
Sebagai siswa genius, sehari-hari Jerome terlihat seperti murid biasa. Sejak duduk dibangku SD, dia mengaku penggemar banyak hal. Terutama olahraga ; renang,futsal,basket dan pingpong dia kuasai. Demikian pula musik, anak pertama dari ketiga bersaudara itu lihai mempermainkan piaona, drum dan gitar. Di SD dan SMP Jerome tidak banyak ikut lomba, apalagi olimpiade.
Dia baru fokus ikut olimpiade saat masuk SMA. Di SMAN 5 dia masuk kelas cerdas istimewa, yaitu kelas anak-anak ber-IQ diatas 130. Mereka di beri pengayaan. Terutama berbagai materi olimpiade. Siswa akan diarahkan ikut olimpiade sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
Bisa dibilang boleh dibilang telat, tapi begitu terjun dia langsung meraih terpakai kejuaraan, sebut saja juara 3 Olimpiade Matematika Nasional di Brawijaya, Juara Olimpiade Sains Farmasi se-Surabaya, dia juga meraih medali emas serta dua medali perak dalam Asia Pacifik Choir Game ketika di Manado, Juara 4 dalam Internasional Kangoroo Matematika Competition.
Di sela-sela kesibukannya Jerome justru masih mengikuti paduan suara sekolahnya bahkan ikut lomba di berbagai event internasional dia pun terkesan tidak begitu serius menggeluti beberapa pelajaran SMA. Orang tuanya mengajarkan kepada Jerome dan saudaranya dengan sistem "Reward". Jika disekolah mendapat nilai diatas 9 maka akan mendapatkan Rp. 1000. Nilai 8-9 Mendapatkan koin Rp. 500 dan dibawah nilai 8 tidak mendapatkan koin. Penghargaan itu diberikan untuk semua hasil ulangan harian sampai dengan UAS.
Tapi anak-anak Marojahan dan Chrissie (Orang tua Jerome) mempunyai disiplin khusus terhadap pola makanan mereka. Mereka tidak boleh mengkonsumsi makanan mie instan dan tidak boleh makan di luar selain dirumah. Jadi mereka mempunyai pola makan yang sehat.
#Jadi jika anda memiliki kunci untuk bisa displin, memiliki asupan makan yang sehat dan pastinya tidak membuang - buang waktu dan menggunakan waktu anda untuk belajar dan Seseringkan waktumu dengan Tuhan. Anda akan menjadi seperti Jerome yang terkenal pintar dan multitalenta, bahkan bisa melampoi Jerome.